Perkelahian yang mendamaikan

Sudah begitu lama, bahkan ratusan tahun kemungkinannya di negara kita ini selalu musim provokasi, alias peng adu dombaan yang menimbulkan bukan saja korban-korban penindasan, bahkan ribuan korban jiwa
lain halnya dengan perkelahian antara dua orang yang bersahabat, demi tidak terjadinya ganjalan-ganjalan yang dapat menimbulkan kerenggangan hubungan persahabatan, biasanya jika ada ganjalan akan langsung menegur sahabatnya, adapun hasilnya, apakah itu langsung beres, atau terjadi perkelahian kata-kata bahkan hingga terjadi perkelahian fisik, namun akhirnya setelah itu akan kembali damai, bahkan seringkali malah menjadikan lebih erat lagi ikatan persahabatannya
namun lebih mencengangkan lagi bila ternyata yang menjadi provokatornya adalah agamanya sendiri, sang agama memprovoke jiwa serta akal kita untuk berkelahi dengan nafsu kita sendiri dan terus mendesak agar jiwa serta akal kita dapat mengungguli nafsu kita yang benar-benar bersifat liar tersebut, sehingga pada saat kita dapat mengungguli nafsu kita tersebut, maka akan terjadilah kedamaian didalam jiwa kita.

1 Komentar »

  1. the70no Said:

    memang pertempuran yg paling besar adalah mengalahkan hawa nafsu sendiri…klaw qt lebih sering mencoba memikirkan hal ini…tak ada lagi waktu mengomentari orang lain…apalagi mengadu domba. Refleksi diri.

    @lebih baik mengadu nyawa jadi syahid.. daripada mengadu domba..


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: