Butut tapi Bagus

Coba barang-barang yang sudah butut itu dibuang saja atau dikasihkan orang atau bisa juga di jual saja ke tukang loak, begitu kita mendengarnya dan tidak terasa janggal ditelinga kita
padahal kata-kata tersebut belum tentu benar, tetapi kalau barang-barang bekas itu, tentunya relatif lebih benar, lho kenapa?
tidak apa-apa sebenarnya sih, hanya saja barang yang butut itu, belum tentu tidak terpakai, bahkan bisa saja lebih bagus dari barang-barang yang baru

selimut yang sudah butut, biasanya baunya sudah pas serta sudah lunak kainnya, jadi lebih enak dipakainya
baju-baju ataupun celana untuk tidur tambah lusuh, tambah nyaman dipakai bersantai dan tidur
begitu pula dompet yang sudah lama dan butut, sudah pas dikantung celana
sabuk juga begitu, sudah pas dipinggang
apalagi istri yang sudah lama menemani, sudah mengerti segala keperluan serta kebiasaan suami, hanya suami yang benar-benar kurang ajar saja yang tega menyebutnya sudah butut
kalau pacar mungkin saja tambah lama, tambah menjadi butut hubungan pacarannya yang disebabkan tidak adanya kejelasan, mau totalitas tapi kok belum jadi suami atau istri, mau asal-asalan sayang sudah terlanjur lama membuang waktu, serba salah

oleh karena itulah, sesuatu yang sudah lama bahkan terlihat butut, tidaklah selalu berarti barang bekas.

1 Komentar »

  1. the70no Said:

    butut tapi terawat…seh mending tapi klow dah butut apa lagi gak dicuci2 mah apek aja … hehe

    @mungkin buat mang ojon mah lebih cocok… tilas tapi raos…


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: