Kekayaan yang Memiskinkan

Mayoritas orang-orang berusaha mencari kekayaan yang banyak, bahkan kekayan seringkali dijadikan sebagai tolok ukur kemapanan serta status sosial, dimulai dari berdo’a atau berniat, berusaha, dari asal-asalan hingga berusaha mati-matian
namun kebanyakan dari orang-orang tersebut kurang menyadari bahwa kekayaan atau harta adalah cobaan yang sangat besar, sehingga tidak menyadari pula bahwa yang diminta ataupun yang diusahakan mati-matian tersebut sekaligus merupakan sesuatu yang dihindari serta ditolak, sebab kebanyakan merasa keberatan untuk diberi beba tambahan ataupun cobaan yang besar
tentunya dengan kurang menyadari akibat dari permintaan ataupun usahanya tersebut, seringkali harta atau kekayaan tersebut malah menjadi sumber bencana bagi dirinya sendiri, yang disebabkan oleh ketidak siapannya, sehingga terjadi penyalahgunaan harta kekayaan tersebut
biasanya orang pada umumnya bila ditambah kekayaannya atau hartanya atau dinaikan derajatnya, akan menjadi ketakutan kehilangan dari apa yang telah didapatkannya yang dirasakan sebagai hasil jerih payahnya, apalagi jika harta itu mudah didapat dengan cara yang tidak baik, takut kehilangan tersebut dapat menjadikan suatu keinginan yang menggebu untuk terus menambah harta kekayaannya, seperti orang yang meminum air laut, tambah banyak diminum akan menjadikan bertambah haus
tumbuh pula sifat kikir yang diakibatkan takut miskin, sifat kikir pun sebenarnya membuat orang yang terkena kekikiran tersebut kehilangan kelipatan pendapatan dari berzakat atau bersedekah
disini akan menjadi sangat terlihat bahwa sifat-sifat pembawaan dari harta kekayaan, bagi yang kurang siap memegangnya sehingga terjadi kesalah-kesalahan tersebut mengakibatkan terbaliknya hasil dari apa yang diharapkan, sebab seharusnya kemapanan adalah menjadikan kecukupan serta dermawan, bukannya sebaliknya menjadi tambah kekurangan terus dan kikir
begitu pula dengan status sosial yang diharapkan, seharusnya menjadi kaya pun tentunya menjadi berkecukupan atau bahkan berkelebihan serta dermawan juga
sungguh kekayaan dapat menjadikan orang yang kurang siap menjadi miskin hati, kikir, curang, keji bahkan jahat sekali, dan yang paling parahnya dalah kehilangan berkah dari harta tersebut.

1 Komentar »

  1. the70no Said:

    orang yg mendadak kaya (OKB) memang suka kaget panik gitu…gaya hidupnya yg serba kekurangan jadi serba berlebih jadinya belanja yg kepikirnya jangka pendek aja. Gak kerasa nikmatnya.
    Lain halnya yg mengalami kenaikan kehidupan secara berangsur2 akan menikmatinya dengan alami. Jadi gak kaget panik. Hanya orang yang tawadlu dapat menghargai setiap tetes nikmat dari Sang Maha Pemberi.

    @duh.. betul sekali itu mang..
    bahaya kalau OKB jatuh jadi OMB lalu terkena OGB:mrgreen:


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: