telanjang
Lahir telanjang
Pulang berbekal dua helai kain
Lahir terguncang
Pulang jiwa yang tenang
Lahir menangis
Pulang jangan ada tangis
Lahir diatas tanah
Pulang didalam tanah
Lahir kelabu
Pulang putih dan hitam
& Komentar »
{ Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini} · { URI Lacak Balik }













the70no Berkata:
on Juli 21, 2007 at 5:55 am
Puisina enakeun…sayah mah gak bs puisi2an. Yah…kini qt hidup untuk diisi dengan amal sholeh sehingga diri ini yg hina menjadi mulia. Diri ini yg kotor sememangnya hamba, harus berusah agar menjadi orang yg berguna bagi banyak orang. Macan mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan budi baik.
@juga meninggalkan tulang
franky Berkata:
on November 13, 2007 at 8:56 am
apa ya….hidup itu indah ..itu sudah…..
Dhany Berkata:
on Desember 18, 2007 at 11:51 am
Bagus juga tuh…..,
Nugrozz Berkata:
on Desember 23, 2007 at 4:51 pm
shiiip………
zukay Berkata:
on Maret 29, 2008 at 6:02 pm
okelah buat gw ya kk
dhika cs Berkata:
on April 22, 2008 at 9:48 am
hemmmmmmmmmmmmmmmm……………….
lucu
ndre Berkata:
on Mei 12, 2008 at 4:40 pm
salut
LALA Berkata:
on Mei 21, 2008 at 4:27 am
oooo gitu
marwoto handoyo Berkata:
on Januari 25, 2009 at 7:13 am
saha teh anjeun, puisina begitu menyentuh kalbu, jadi ingat gambaran diri, timbangan hati, kekuatan jasad, dan beningnya fikir.
doni Berkata:
on Februari 3, 2009 at 4:23 am
apanya yg sensitif….?
rara Berkata:
on Mei 11, 2009 at 1:03 pm
em………………….baguzzzzzzzzzz jga 2 puisi!!!!em cri tmen ne………